:diva
Thursday, March 9th, 2006Setengah lima
sore, Diva sedang berjalan di Gg. Sawo, jalan kecil yang menghubungkan Stasiun
UI dengan jalan Margonda.
Dia dalam
perjalanan pulangnya seperti biasa ketika melihat seekor kucing belang tiga
warna sedang bermalas-malasan di pinggir gang.
Diva spontan
berhenti dan jongkok sambil memanggil-manggil kucing itu, “Pus, Pus, sini Pus.”
Tangannya
menggapai kucing itu dan akhirnya kucing itu mendarat di pangkuan Diva.
“Duh,
lutuna….”, ujar Diva sambil membelai-belai kucing itu.
Bulu kucing itu
terlihat bersih, halus, seperti kucing rumahan, pasti ada yang melihara, pikir
Diva.
Si kucing mulai
mendengkur, “purr…purr…prrr”, merasa nyaman di pangkuan Diva.
Tampang Diva
emang lumayan manis, agak-agak indo, dengan rambut sebahu yang di kuncir. Wajar
aja kalo ada beberapa cowok yang lewat, tiba-tiba berjalan lebih lambat,
tersihir oleh kecantikan Diva. Sebenernya banyak orang yang lalu lalang di gang
itu yang ngeliatin kelakuan Diva, tapi Diva cuek aja.
Sampai tiba-tiba
ada seorang cowok yang jalan dari arah Jalan Margonda, berhenti di dekat Diva
dan berjongkok juga di depannya.
Cowok itu menatap
lekat ke arah Diva, tapi Diva masih tetep cuek, keasyikan bermain dengan kucing
barunya.
“Cantik.”
Tiba-tiba cowok itu ngomong.
“Eh..? makasih.”
refleks Diva sambil tersenyum.
“Maksud saya
kucingnya.” Ujar cowok itu sambil berdiri dan ngeloyor pergi ke arah stasiun
UI.
Diva bengong.